Senin, 12 Januari 2009

Feature

SYARAT TUMBUH TANAMAN KOPI

FEATURE

Secara ekonomis pertumbuhan dan produksi tanaman kopi sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dan tanah. Setelah persyaratan tersebut dapat dipenuhi beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah pemeliharaan, seperti : pemupukan, pemangkasan, pohon peneduh (naungan) serta pemberantasan hama dan penyakit. Setiap jenis kopi yang berbeda memiliki syarat tumbuh yang berbeda pula. Syarat tumbuh yang utama dalam penanaman kopi adalah tanah dan iklim.

1. Tanah

Sehubungan dengan tanah, yang penting untuk dipelajari adalah :

  1. Sifat fisik tanah

Sifat fisik tanah meliputi tekstur, struktur, air dan udara di dalam tanah. Tanah yang digunakan untuk menanam kopi berbeda-bedas sesuai dengan dari asal tanaman kopi tersebut. Pada umumnya tanaman kopi menghendaki tanah yang lapisan atasnya dalam, gembur, subur, banyak mengandung humus dan permeable (tekstur tanah harus baik). Tanah yang struktur/teksturnya baik adalah tanah yang berasal dari abu gunung berapi atau cukup mengandung pasir. Tanah ini menyebabkan pergiliran udara dan air dalam tanah berjalan dengan lancar. Tanah untuk menanam kopi tidak menghendaki air tanah yang dangkal dan kedalaman air tanah sekurang-kurangnya adalah 3 M dari permukaan. Hal ini dikarenakan air tanah yang dangkal dapat menyebabkan terjadinya pembusukan akar. Tanah yang memiliki drainase kurang baik dan liat berat kurang cocok untuk menanam kopi, karena akar tanaman kopi mempunyai kebutuhan oksigen yang tinggi sehingga selain akan sulit ditembus oleh akar, peredaran air dan udara juga menjadi terganggu (tidak lancar).

Tanah pasir berat juga kurang baik untuk menanam kopi. Tanah ini memiliki kelembaban yang rendah dan kurang dapat mengikat air. Selain itu, tanah pasir berat juga kurang mengandung N yang sangat dibutuhkan tanaman kopi terutama untuk pertumbuhan vegetatif.

  1. Sifat kimia tanah

Tanaman kopi memerlukan tanah yang dalam, gembur dan banyak mengandung humus. Hal ini sangat berkaitan dengan sifat kimia tanah. Tanah yang subur berarti mengandung banyak zat makanan yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan berproduksi.

Tanaman kopi menghendaki reaksi tanah yang agak asam dengan pH 5,5-6,5. Tetapi hasil yang baik sering diperoleh pada tanah yang lebih asam, dengan catatan keadaan fisiknya baik, dengan daun-daun cukup ion Ca ++ untuk fisiolologi zat makanan dengan jumlah makanan tanaman yang cukup. Pada tanah yang bereaksi asam dapat dinetralkan dengan pengapuran (penambahan kapur tohor) atau yang lebih tepat diberikan untuk pupuk, misalnya dengan pemberian serbuk tulang / Ca- (PO2)
+ Calsium metaphosphat / Ca (PO2).

Pada umumnya tanah yang lebih asam memiliki kandungan mineral yang lebih rendah. Walaupun syarat-syarat yang berhubungan dengan tanah itu dapat dipenuhi dengan baik, tetapi juga perlu memperhatikan faktor lain terutama iklim.

2. Iklim

Faktor iklim memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Faktor iklim mencakup :

a. Daerah penyebaran, tinggi tempat, suhu

Kopi adalah jenis tanaman tropis dan subtropis yang membentang di sekitar equator dan dapat hidup pada dataran rendah sampai dataran tinggi. Penyebaran kopi ini sangat tergantung dari masing-masing jenis kopi.

Kopi Arabika

Kopi arabika tumbuh baik pada dataran tinggi antara 1250-1850 m dpl dengan suhu 17-21o C. Tanaman ini banyak terdapat di Ethiopia pada garis lintang belahan utara 6 - 9o sampai daerah subtropis 24o pada garis lintang belahan Selatan, misalnya di Panama sebelah Utara dan Brasilia. Jenis ini juga dapat ditanam di dataran yang lebih rendah maupun lebih tinggi, akan tetapi produktivitasnya akan berkurang. Penanaman kopi di dataran rendah (<>Hemileia vastatrix) dan pada dataran yang lebih tinggi (>1850 m dpl) udara akan terlalu dingin sehingga akan tumbuh vegetatif saja. Di Indonesia tanaman kopi akan tahan terhadap Hemileia vastatrix bila ditanam pada ketinggian 1000-1750 m dpl dan suhu sekitar 16-20o C.

Kopi Robusta

Kopi robusta tidak memerlukan tempat khusus untuk dapat tumbuh dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Jenis ini aslinya tumbuh di hutan belantara dengan keadaan tanaman yang sangat padat dan dapat hidup sampai ketinggian 1500 m dpl. Di indonesia (di Jawa) jenis ini tumbuh optimal pada ketinggian 300-700 m dpl, sedangkan di tanah asalnya sampai ketinggian 1200 m dpl. Temperatur yang dikehendaki untuk jenis ini adalah 21-24o C. Adanya musim kering dengan temperatur yang tinggi sangat diperlukan untuk persiapan pembungaan dan pembentukan buah, tetapi untuk mekarnya bunga menghendaki curah hujan secukupnya.

Kopi Liberika

Kopi leberika menghendaki syarat tumbuh yang lebih ringan dibanding dengan kedua jenis di atas. Tanaman ini lebih mudah menyesuaikan diri, dapat tumbuh di dataran rendah, di tempat yang lebih miskin dan iklim yang panas. Letak ketinggian dari permukaan laut menentukan besar kecilnya hujan dan kekuatan pancaran sinar matahari. Semakin tinggi letaknya akan semakin banyak hujan, tetapi jumlah pancaran sinar matahari semakin berkurang. Kesemuanya akan berpengaruh terhadap perkembangan bunga dan pembentukan buah.

b. Curah hujan dalam satu tahun

Pengaruh curah hujan pada tanaman kopi yang paling penting adalah pemerataan atau pembagian curah hujan dalam masa satu tahun. Batas minimal dalam satu tahun sekitar 1000-2000 mm, sedangkan yang optimal sekitar 1750-2500 mm. Di Indonesia curah hujan mencapai 2500-3500 mm. Curah hujan yang melampaui batas ini akan menimbulkan masalah bila letak daerah ini semakin tinggi mengingat musim keringnya sangat pendek. Musim kering yang agak panjang sangat diperlukan untuk memperoleh produksi yang tinggi. Kopi robusta menghendaki musim kemarau yang berlangsung 3-4 bulan, akan tetapi pada waktu itu sering terdapat hujan yang cukup (minimal 80 mm tiap bulan) dengan frekuensi 2 atau 3 kali.

Tanaman kopi memerlukan musim kering maksimal 1,5 bulan sebelum masa berbunga lebat dan setelah berbunga lebat masa kering maksimal adalah 2 minggu. Sehubungan dengan keadaan hujan musim kemarau, maka daerah-daerah membedakan antara “daerah basah” dan “daerah kering”. Di daerah kering, pertengahan musim hujan berakhir pada bulan Maret biasanya bulan April curah hujan sudah mulai berkurang dan pada bulan Juni-Agustus adalah kemarau sangat kering. Curah hujan mulai meningkat lagi pada bulan November (permulaan musim hujan mendatang). Di daerah basah, curah hujan dan jumlah hujan lebih tinggi dari daerah kering.

c. Angin

Tanaman kopi tidak tahan terhadap angin yang terlalu kencang, terutama pada saat musim kemarau. Angin akan mempertinggi penguapan air pada permukaan tanah. Selain itu angin juga dapat mematahkan dan merebahkan pohon pelindung yang tinggi sehingga dapat merusakkan tanaman di bawahnya. Untuk mengurangi goncangan angin di tepi-tepi perkebunan dapat ditanami pohon penahan angin.

d. Pengaruh iklim terhadap produksi tanaman

Iklim sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman kopi. Pengaruh iklim mulai nampak sejak cabang-cabang primer akan berbunga. Hal ini akan terus terasa pada saat bunga membuka sampai dengan berlangsungnya penyerbukan, pertumbuhan buah muda sampai menjadi tua dan masak.

Menjelang musim kemarau pada umumnya cuaca mulai terang, udara tidak berawan. Karena hujan sudah mulai berkurang, berarti penyinaran matahari akan semakin banyak dan suhu akan meningkat. Cabang-cabang primer (plagiotrop) yang sudah dewasa mulai mempersiapkan pertumbuhan bunga. Banyak atau lamanya penyinaran merupakan stimulan bagi besar kecilnya persiapan pembungaan. Oleh karena itu semakin banyak penyinaran, maka persiapan pembentukan bunga pun akan semakin cepat. Sebaliknya bila penyinaran berkurang, persiapan pembentukan bunga menjadi lambat dan jumlah bunga juga rendah.


1 komentar:

  1. jon....
    sukses y...tp krg iklan kie,jd gur konco dw sing masuk

    BalasHapus